Ramuan Untuk Mengatasi Batu GinjalRamuan untuk mengatasi batu ginjal – Syukurlah bila hingga sekarang ini Anda tak punya masalah waktu buang air kecil. Karena tidak sedikit di antara kita yang mengalami masalah saat buang air kecil. Salah satu masalah yang kerap dialami mereka adalah adanya batu ginjal dalam saluran kencingnya.

Supaya kita tidak mengalami masalah seperti mereka atau jika memang sudah terlanjur terkena batu ginjal, kita dapat mengatasinya dengan mengkonsumsi ramuan berikut ini. Beberapa ramuan untuk mengatasi batu ginjal yang dikutip dari liputan6.com berikut ini mudah kita dapatkan di sekitar kita.

Ramuan Untuk Mengatasi Batu Ginjal

Berdasar pada riset atau uji klinis yang pernah dikerjakan, sebagian tumbuhan dipercaya berguna untuk mengatasi batu ginjal secara alami. Salah satunya daun tempuyung (Sonchus arvensis L.), daun kumis kucing (Orthosiphom Stamineus Benth), daun keji beling (Strobilanthus Crispus Bl), akar alang-alang (Imperata Cylindrica), serta daun pegagan (Centella Asiatica).

Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.)

Sebagian riset in vivo (di pada badan hidup) ataupun in vitro (di laboratorium) juga sudah dikerjakan pada sebagian tanaman obat yang memilki khasiat mengatasi batu ginjal itu. Riset in vitro menunjukkan, infus dengan daun tempuyung bisa melarutkan cholesterol, kalsium oksalat, serta asam urat ginjal (Widodo, 1987).

Riset lain, juga dengan cara in vitro, dikerjakan dengan melakukan perendaman batu ginjal pada ekstrak tempuyung sepanjang 6 jam. Hasilnya bisa melarutkan batu ginjal pasien yang diidentifikasi juga sebagai kalsium oksalat (H. Giri, 1988).

Disamping itu, riset Rusdeyti (1985) tunjukkan, infus daun tempuyung pada kelinci jantan nyatanya bisa tingkatkan pengeluaran air seni (dampak diuretik). Infus ini dapat juga menghindarkan pembentukan batu kandung kemih (B. Wahjoedi, 1986).

Daun Kumis Kucing (Orthosiphom stamineus Benth)

Riset lain untuk menguji kemampuan daun kumis kucing dalam mengatasi batu ginjal dikerjakan pada 23 pasien pasien batu kandung kemih. Metodenya dengan cara memberi ekstrak air daun kumis kucing pada mereka. Akhirnya, 40 % pasien alami penurunan ukuran batu kandung kemih sebesar 0,5 cm, serta 20% rasakan hilangnya sakit (Muangmun W., 1984).

Daun kumis kucing memiliki kandungan Kalium, Saponin, serta Glikosida Orthosiphon. Untuk diuretik, baiknya pilih daun kumis kucing yang masih muda. Hal semacam ini sesuai dengan hasil riset Harini NKDK (1989), yang mempelajari dampak diuretik daun kumis kucing yang muda serta tua.

Keji Beling (Strobilanthus Crispus Bl)

Tanaman yang dapat mengatasi batu ginjal lainnya yaitu keji beling. Tanaman ini adalah merupakan tanaman semak, tingginya 1-2 m. Dengan cara empiris, herbal ini dipakai untuk diuretik, disentri, wasir lantaran memiliki kandungan kalium serta silikat. Dengan cara in vitro, infus daun keji beling dapat dibuktikan bisa melarutkan batu saluran kemih (Murwoto, Yusuf M., 1981).

Eksperimen pada tikus tunjukkan bahwa ekstrak daun keji beling dosis 16,5 mg/kg bisa menghindarkan terjadinya pembentukan batu kandung kemih (Wahjoedi B., 1992). Riset lain tunjukkan, daun keji beling juga bermanfaat atau berefek diuretik (Sarjono O. S., 1989).

Akar Alang-Alang (Imperata Cylindrica)

Tanaman untuk mengatasi batu ginjal setelah itu adalah akar alang-alang, bagian tanaman ini memiliki kandungan kalium. Nainggolan L. (1994) lakukan uji diuretik dengan memberi infus akar alang-alang pada tikus. Akhirnya, pengeluaran air seni bertambah sepadan dengan volume pengeluaran air seni disebabkan pemberian HCT (diuretik).

Dengan cara in vitro pernah dikerjakan perendaman pada sebuah batu kandung kemih memakai larutan estrak air akar alang-alang. Larutnya batu kandung kemih itu diperlihatkan dengan mengukur kandungan kalsium yang terlarut (Retno E., 1997). Akhirnya, akar alang-alang dinyatakan bisa melarutkan batu kandung kemih.

Daun Pegagan (Centella Asiatica)

Pegagan dipercaya berguna juga untuk mengatasi batu ginjal, antibiotik (membunuh kuman), serta antipiretik (menyingkirkan demam).

Itulah beberapa ramuan herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi batu ginjal. Namun lantaran sifatnya cuma sebagai pelengkap penyembuhan medis, sikap perduli terhadap kesehatan terus dibutuhkan.

Salah satunya membiasakan diri minum air sebanyak mungkin dan hindari rutinitas kerap menahan buang air kecil serta makan jeroan. Yang tak kalah penting janganlah lupa cukup berolahraga ya Herbalers.

Sumber: liputan6.com

(Visited 56 times, 1 visits today)