Mitos Bercinta yang Tak Perlu Kita PercayaMitos bercinta yang tak perlu kita percaya – Hubungan intim atau bercinta memanglah jadi sisi yang tidak terpisahkan dari jalinan suami istri. Karena ini juga merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Kualitas bercinta yang maksimal bikin rumah tangga seorang jadi lebih bahagia serta serasi.

Berbicara masalah hubungan intim, tidak terlepas dari mitos-mitos yang sering kita dengar. Banyak mitos bercinta yang diakui serta benar secara ilmiah, tetapi ada juga yang tak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Lantas apa sajakah mitos bercinta yang kerap kita dengar tetapi tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah? Yuk simak penjelasan beberapa mitos bercinta yang tak perlu kita percaya berikut ini.

Mitos Bercinta yang Tak Perlu Kita Percaya

Ukuran Mr. P Berpengaruh Terhadap Kepuasan Bercinta

Mitos bercinta yang satu ini memanglah seringkali kita bicarakan. Bahkan sampai banyak pria yang melakukan berbagai perawatan untuk membesarkan ukuran Mr. P nya. Berbagai produk untuk membesarkan Mr. P juga banyak tersedia di pasaran.

Ini tak lain karena mereka berasumsi jika ukuran Mr. P yang besar serta panjang bakal bikin bercinta lebih nikmat serta dapat meraih klimaks untuk suami maupun istri.

Tetapi sesungguhnya Mr. P yang besar hanyalah cuma mitos Herbalers. Untuk meraih kenikmatan bercinta, pria tidak perlu memiliki ukuran Mr. P yang besar dan panjang. Yang terpenting adalah teknik dan foreplay yang benar.

Karena kedalaman Miss V yang banyak terdapat saraf serta reseptor untuk rasakan rangsangan serta orgasme cuma 4 cm saja. Sehingga tidak perlu penetrasi terlalu dalam supaya wanita. Bahkan apabila terlalu dalam akan menjadi pembuangan energi yang sia-sia saja.

Makanan serta Obat Perangsang Pengaruhi Kualitas Bercita

Banyak anjuran serta beberapa tips becinta yang mengatakan bahwa makanan tertentu dapat memengaruhi kualitas bercinta seseorang. Dengan makan suatu makanan tertentu seseorang dipercaya akan menjadi lebih bergairah. Benarkah demikian Herbalers?

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Selain sebagai sumber energi, kualitas bercinta yang menjadi lebih baik setelah makan suatu jenis makanan tertentu hanyalah sugesti. Dengan sugesti yang tertanam dalam diri, anda serta suami dapat rasakan libido yang mencapai puncak.

Otak Pria Lebih Sering Memikirkan Bercinta

Banyak yang mengatakan bahwa di dalam otak pria lebih sering memikirkan bercinta dari pada wanita. Ini menyebabkan sugesti bahwa lelaki lebih mempunyai pikiran ‘kotor’ dibanding wanita. Lantas bagaimanakah sesungguhnya?

Bercinta merupakan kebutuhan biologis pria serta wanita. Keduanya saling membutuhkan, terlebih yang telah dewasa. Jadi, tak benar bila dalam otak pria lebih banyak memikirkan bercinta dari pada wanita.

Setiap orang, baik pria maupun wanita yang organ reproduksinya sudah masak pasti akan mulai memikirkan perihal bercinta, tak terkecuali wanita. Bahkan tidak sedikit wanita yang memiliki gairah atau keinginan bercinta lebih dari pria. Karena dalam hal ini tidak ada faktor pembeda bagi pria maupun wanita. Keduanya saling memerlukan hubungan intim dalam kehidupannya.

Tiap Wanita Mempunyai G-Spot

Sampai saat ini G-Spot memanglah masih sering menjadi perbincangan hangat ketika membahas hubungan intim. Banyak orang yang selalu mencari-cari G-Spot wanita ketika bercinta. Padahal G-spot bukanlah satu-satunya titik erotis yang dapat menetukan hasil akhir ketika bercinta. Ada banyak sisi titik erotis lain yang dapat dirangsang serta membuat kita lebih nikmat waktu bercinta.

Itulah beberapa mitos becinta yang tak perlu kita percaya. Karena hanya dengan teknik yang tepat serta tubuh yang sehat baik fisik dan psikis lah yang berpengaruh terhadap kualitas bercinta seseorang.

Semoga bermanfaat info mitos bercinta ini ya Herbalers.

Banyak dicari:
bercinta, foto bercinta
.
(Visited 403 times, 1 visits today)