Dilarang Memberi Makan Bayi Selain ASIDilarang memberi makan bayi selain ASI – Banyak pertanyaan serta kritik yang muncul tentang pemberian makanan pendamping ASI  di umur bayi 6 bulan. Bahkan juga banyak dari kita tak pernah tahu kenapa WHO dan IDAI keluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa ada tambahan apa pun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorang anak.

Penyebab Dilarangnya Memberi Makan Bayi dengan Selain ASI

Kenapa mesti tunda memberi makan bayi sebagai pendamping ASI hingga ia berusia 6 bulan? Padahal pada jaman dahulu banyak bayi yang baru lahir sudah mendapatkan makanan tambahanan seperti pisang atau nasi tim.

Melihat hal ini maka kita harus lebih bijaksana dalam bersikap. Satu hal yang butuh di ketahui bahwa jaman telah berubah. Demikian juga ilmu pengetahuan dan tehnologi. Pengetahuan medis juga selalu berkembang serta berubah berdasarkan pada berbagai riset yang selalu dikerjakan oleh para peneliti.

Pada awalnya, pemberian makan bayi sebagai pendamping ASI mulai dianjurkan pada waktu bayi berusia 4 bulan. Namun sekarang ini, para ilmuan lebih menganjurkan untuk mulai mengenalkan makanan pada bayi setelah berusia 6 bulan.

Berikut ini beberapa penyebab mengapa kita dilarang memberi makan bayi selain ASI:

Sistem Imun

Pemberian makan bayi setelah 6 bulan ini karena mempertimbangkan bahwa sebelum berusia 6 bulan bayi belum mempunyai sistem imun yang bagus untuk melindungi dirinya dari berbagai penyakit yang dapat masuk melalui makanan.

Jadi, memberi makan bayi selain ASI sebelum berusia 6 bulan sama saja seperti membuka pintu gerbang masuknya kuman ke dalam tubuhnya. Belum lagi bila makanan tak di sajikan higienis.

Hasil penelitian yang dilakukan di berbagai tempat di Indonesia tunjukkan bahwa bayi yang memperoleh makanan selain ASI sebelum usianya 6 bulan, semakin tinggi resiko terkena diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibanding bayi yang cuma memperoleh ASI eksklusif.

Sistem Pencernaan

Waktu bayi telah berusia 6 bulan atau lebih, maka system pencernaannya telah relatif sempurna serta siap terima makanan selain ASI. Enzim-enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dan lainnya baru di produksi tubuh bayi secara maksimal setelah Ia berusia 6 bulan.

Alergi Makanan

Sebelum berusia 6 bulan, sel-sel dalam pencernaan makanan bayi belum siap untuk menerima berbagai kandungan dari makanan. Hingga makanan yang masuk bisa mengakibatkan reaksi imun dan berlangsung alergi.

Obesitas

Pemberian makan bayi selain ASI yang terlalu dini akan membuat sistem pencernaannya bekerja terlalu keras sebelum pada masanya. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap proses pengolahan makanannya. Berbagai lemak tidak dapat dipecahkan dan terserap ke dalam tubuh sehingga menjadikan tubuh bayi mengalami obesitas. Dankabar buruknya, hal seperti ini dapat terbawa meskipun bayi telah dewasa.

Itulah sedikit alasan mengapa kita dilarang untuk memberikan makan bayi dengan selain ASI sebelum usianya 6 bulan. Dan yang terpenting, pastilah WHO dan IDAI tidak mungkin memberikan anjuran untuk memberikan makanan setelah bayi berusia 6 bulan jika tidak melakukan penelitian yang panjang dan dapat dipertanggungjawabkan hasilnya.

Namun semuanya kembali kepada Anda sebagai orang tua. Apakah Anda lebih peduli terhadap kepentingan pribadi dengan memberikan makanan selain ASI kepada bayi supaya bayi Anda lebih tenang dan tidak menangis, apakah Anda lebih mementingkan hak anak dan masa depannya yang lebih baik.

Semua terserah Anda ya Herbalers.

(Visited 45 times, 1 visits today)